Minggu, 03 Januari 2016

Seram Serim

Cerita ini mengandung unsur horrorgrafi, hatihati weh yah, mun sieun jangan baca, tapida teu sieun sih ceuk abimah..

Kami adalah sebuah keluarga kecil yang terdiri dari 4 anggota keluarga.
Ayah, Ibu, Aku dan saudari kembar ku.

Kehidupan kami awalnya baik-baik saja, sampai suatu hari sebuah kejadian mengerikan menimpa keluargaku..

Hari itu langit mendung, Ayah dan Ibu sedang pergi ke undangan seorang kerabat ayah. Aku hanya berdua dengan Mey dirumah, Mey adalah saudari kembar ku, kelahiran kami hanya berjarak 5 menit, namun, Mey dan aku memiliki kepribadian yang sangat berbeda, Mey adalah orang yang menyukai hal hal mistis, sedangkan aku? Hanya gadis biasa yang mengerjakan pekerjaan rumah. Saat itu, hujan pun turun, aku melihat Mey yang sedari tadi diam didekat jendela menanti hujan turun seketika beranjak dan mengambil sebuah boneka, boneka itu tampak lucu. Dia pun menghampiriku yang sedari tadi hanya duduk menonton tv.
"Ayo bermain" ajaknya dengan senyuman. Aku tak bisa menolaknya karna terakhir kali aku menolaknya bermain dia langsung menggigit jariku hingga patah.

Awalnya dia mengikatku disebuah pohon dngan membawa boneka tadi dan membaca sebuah tulisan yang aku bisa tebak itu adalah mantra. Aku menurutinya. Tibatiba saja petir berbunyi dengan sangat menggelegar, angin berhembus kencang, Mey tampak senang melihatnya, aku takut, aku merasakan hawa tak menyenangkan, ini sekitar pukul 8 malam.
Tibatiba saja Mey tertawa terbahak-bahak dan itu sangat menyeramkan! sambil menghampiriku, aku sangat takut berharap ayah dan ibu segera pulang dan menghentikan semua ini. Ditangan Mey terdapat sebuah pisau, saat jarak antara muka Mey dan aku sangat dekat Mey menyilet wajahnya, itu sangat mengerikan, darah segar segera mengucur, tibatiba saja dia menangis dan berteriak tak jelas, dan kemudian mulai menyilet kembali wajahnya, saat aku melihat ke arah boneka yang kubawa tadi, aku baru sadar bahwa siletan di muka Mey mirip dengan siletan yang tibatiba saja muncul diwajah boneka yang awalnya lucu ini sekarang jd sangat menyeramkan. Di boneka itu bibirnya terjahit, saat aku melihat Mey kembali, ternyata dia sedang menjahit bibirnya sendirii, aku berteriak sekeras mungkin kembuat Mey langsung menatapku tajam, dia perlahan menghampiriku dengan jarum dan benang jahit yg masih menempel dibibirnya ditambah darah yg masih mengucur membuat aku tak mau melihatnya, saat wajah kami sudah dekat dia menunjukan silet yg tadi dia gunakan untuk menyilet wajahnya, matanya merah, dengan sigap dia langsung menyilet wajahku, aaaaarrrgggghhhh aku menangis sambil berteriak merasakan rasa perih, Mey pun tertawa tawa, sepertinya dia hendak membuat ku agar sama seperti dia dan boneka itu, tak berhenti disitu, melihat aku yang menangis, dia mengelus ngelus pipiku tapi tiba tiba dia langsung menancapkan kukunya yang tajam membuat siletan kedua, tangisku semakin menjadi jadiii, Mey pun tampak marah, dia segera menyelesaikan jahitan mulutnya dan kemudian mengarahkan jarum itu ke arah ku, saat hendak menjahit mulutku, tibatiba,
"MEY APA YANG KAMU LAKUKAN PERGI"
sebuah suara menghentikan aksinya, trnayata itu suara ayah, aku mulai lega mengetahui ayah dan ibu sudah pulang, mereka tampak kaget dengan apa yang terjadi dan segera menenangkan Mey dan menelpon polisi, akupun diobati oleh Ibu, aku tak henti hentinya menangis. Sementara boneka itu, boneka itu dianggap penyebabnya, akhirnya Ayah memberikan boneka itu pada seorang paranormal teman ayah.
Setelah kejadian itu, Mey pun divonis mengidap penyakit gila akut, akhirnya dia harus di rawat disebuah rsj. Setelah beberapa tahun Mey di rehabilitasi, kini dia diperbolehkan pulang, namun dia hanya boleh tinggal dikamar karna masih dikhawatirkan akan melukai.

Suatu ketika aku disuruh Ibu untuk menghantarkan makanan ke kamar Mey, awalnya aku menolak tpi Ibu sedang sangat sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya aku pun memberanikan diri, didepan pintu tibatiba aku melihat ada air, seperti habis becek didalam sana, aku pun membuka pintu kamarnya, benar saja air becek sekali disana, aku melihat Mey sedang tersenyum diatas kasur.
"Masuklah" ujarnya
Perlahan aku masuk, saat tubuhku sudah benar benar masuk tibatiba pintu tertutup, terlihat ada sebuah boneka dipinggir Mey, kemudian Mey mengeluarkan kabel, senyuman Mey semakin melebar, kulihat boneka itu, Astaga, kulitnya hitam seperti terbakar.
"Oh tidak" aku segera membuka pintu tpi tak berhasil, bersamaan dengan itu Mey menjatuhkan kabel beraliran listrik itu ke air yang sedang aku injak, aku tak bisa menahan, tibatiba saja aku merasakan tubuhku mati rasa, tapi aku bisa merasakan kesakitan yang amat luar biasa saat aliran listrik itu perlahan menjalar diseluruh tubuhku, kulitku mulai mengelupas menyerupai boneka itu rasanya sangat sakit, trakhir kali aku sempat melihat Mey tertawa senang. Dunia pun gelap.
.
.
.
.
.
.
*JELEGERR*
astaga tibatiba suara petir membangunkan ku, syukurlah itu hanya mimpi, sekarang menunjukan pukul setengah 8 malam, hujan turun, Mey masih asyik melihat hujan. Akupun menonton tv, tibatiba sebuah suara mengejutkanku.

"Ayo bermain"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar